The Perks of Working in Startup Company

Januari 2016, gua dapet pekerjaan sebagai “Creative Video Producer” di sebuah startup media bernama IDNtimes.com. Namanya pekerja baru dan bahkan waktu itu gua belum lulus dari kuliah. Cukup nekat (menurut gua) langkah yang gua ambil. Karena pada waktu itu gua masuk ke semester akhir yang tugasnya tentu lebih berat karena gua harus mengerjakan TKA (Tugas Karya Akhir) gua.

TKA gua ini berkelompok ngerjainnya gak sendirian.

Anjir enak banget dong lu! Gua skripsian sendirian, pusing sendirian, dimarahin sendirian!

Mau skripsi mau TKA yang berkelompok atau sendirian semuanya punya positif dan negatifnya. Negatif dari kelompok gua adalah kelompok gua terdiri dari tiga orang yaitu gua, Norman, dan juga Mboot.

Kenapa gua bilang gila?

Produksi skala kecil tiga orang cukup kok menurut gua tapi yang jadi permasalahan adalah si Mboot ini juga dapet kerjaan jadi yang kerja gua dan Mboot. Si Norman engga.

 

Kita skip bagian gua TKA dan sebagai macamnya. Gua kerja dengan niat ingin belajar langsung dari praktisi, walaupun dosen di kampus gua praktisi semua (karena gua D3) tapi gua mau belajar dari praktisi yang lainnya. Karena setiap orang mempunyai cara menyelesaikan masalah yang berbeda-bedakan?

Gua masuk dengan ekspektasi tinggi dan ketika gua masuk gua cukup shock karena tim video di Jakarta baru banget banget dibuat. Sementara tim yang udah lumayan stabil di Surabaya. Gua bingung sebingung-bingungnya, karena gua merasakan proses gua belajar dari lingkungan kerja akan sangat lambat dan gua agak gak suka.

Gua jalanin selama 6 bulan pertama dengan kekacauan, mulai dari gua harus bisa membagi waktu kuliah gua, harus rela capek-capekan naik motor dari Kebayoran – Depok. Gua ngelakuin itu selama 4-5 bulan. Kadang juga gua harus ijin dari kantor karena gua harus wawancara narasumber atau ijin ke IKJ karena pembimbing gua disana ngajar juga.

Gua merasa semua yang gua lakukan tidak maksimal dan tidak efektif, karena gua jadi tidak bisa menyerap pelajaran di kampus karena gua terlalu capek dan juga tidak bisa mengambil banyak pelajaran yang berarti di kantor karena gua gak bisa full time. Gua dan tim pun serasa ada jarak dan banyak hal yang gak gua tau di kantor karena gua cuman masuk beberapa kali doang.

Kita skip semua bagian kuliah sampai sekarang gua udah selesai semua perkara kuliah, udah wisuda dan udah kelar semuanya. Jadi gua bisa fokus sama kerjaan gua.

Ketika gua masuk, dengan kondisi sudah menjadi pegawai full time. Gua sangat bersemangat karena gua bisa mengetahui betul kantor gua kaya gimana. Lalu, ada satu hari dimana COO gua ngajak untuk rapat. Dijelaskan targetnya gimana, dan kita harus ngebuat konten rutin dan harus cepat. Gua dan beberapa anak magang udah hampir kehabisan ide ini mau gimana. Kita coba cek penonton kantor gua tuh demografisnya kaya gimana, apa yang lagi trend, apa yang harus kita lakuin biar target itu tercapai. Gua buntu. Gua bingung. Dan yang terpenting adalah.

Gua gak tau apa yang harus gua lakuin.

Gua bingung dan gua merasa pressure bahwa semua video yang gua buat tidak memuaskan dan tidak kena dengan ekspektasi semua orang.

Hasilnya gua jadi agak males-malesan, kerjanya gabut banget. Gua bingung dan sebenernya gua kecewa sama diri sendiri karena gua jadi gak bisa memberikan effort yang full ke company ini. Kecewa.

Akhir bulan Agustus, kantor buat semacam trip untuk tim Jakarta ke Surabaya.

Empat hari di Surabaya, ada satu hari dimana CEO gua cerita tentang permasalahan dikantor yang (alhamdulillah) sudah selesai. Dia cerita bahwa bikin startup apalagi media sangat susah. Karena para konglomerasi media yang memiliki uang yang sangat banyak, tidak terbatas, tidak seperti startup yang keuangannya terbatas dan sangat dinamis. Disenggol dikit sama media besar langsung goyah. Tapi somehow kantor gua ini bisa bertahan.

Yang membuat gua sadar adalah ketika CEO gua memberikan pidato di depan. Gua baru kepikiran bahwa sebenernya gua ini belajar banyak banget di kantor ini. Gua harus memberikan effort yang lebih untuk mencapai ekspektasi, gua harus berani gagal dulu buat bisa melaju lebih.

Ketika gua merubah persepsi gua, gua jadi semangat lagi buat kerja dan akhirnya gua memiliki pikiran bahwa worth it untuk menghabiskan waktu dan belajar ditempat ini.

Maximum effort on!!

 

One thought on “The Perks of Working in Startup Company

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *