[Re-Lihat] Bagian kedua dari pasangan dari bandung! (+curhat)

IMG_20150705_231550

Yess!!

Dilan bagian kedua udah keluar dan gua seneng banget karena sejujurnya, buku Dilan pertama adalah menjadi alasan utama gua jadi suka membaca novel sampe sekarang dan bahkan gua bikin vlognya. Penuturan yang ringan dan juga setting tempat kota favorit dan kelahiran gua di Bandung!
Walaupun gak pernah menetap secara lama di Bandung, tapi gua cinta mati sama kota tersebut. Jangan tanya arah, dan jangan ajak gua ngomong bahasa sunda. Gua ngerti bahasa Sunda tapi gua gak bisa membalas kalimat lu karena takut gak sopan (pernah ditegur sama ortu jadi gak enak sampe sekarang), dan bisa dibilang gua paling susah apal nama jalan. Jadi kalo lu tau ada toko atau gedung apa yang lu kenal mending bilang deh jangan tanya nama jalannya karena gua gak bakal bisa ngejelasin.

Disini gua bukan menjelaskan kota Bandung yah, tapi review buku “Dilan: dia adalah Dilanku tahun 1991” dan inget yah review ini mengandung banyak sekali bocoran dari bukunya, I have warned you……

Di novel yang ini, sangat jelas tergambarkan cinta-cinta masa SMA yang sangat gak masuk akal dan konyol banget kalo dipikir-pikir lagi sama kita. Kegilaan yang lu dapat perbuat demi cinta lu dan demi kekasih lu yang sekarang sedang menjabat sebagai pacar lu. Kelakuan Milea yang digambarkan sebagai wanita cantik dan idola seluruh lelaki hingga guru SMA pun jatuh hati padanya, membuat pembaca resah dan gelisah karena kita tahu di novel ini bahwa Milea sudah jadian dengan Dilan (kelanjutan dari seri pertama).

Penggunaan bahasa yang masih sama unik beda dibandingkan novel lain, tapi novel ini tidak begitu “ringan” dibandingkan bagian pertama yaitu “Dilan: dia adalah Dilanku tahun 1990″. Tidak begitu banyak gombalan yang membuat pembaca dan bahkan gua…..jujur….”jatuh hati” terhadap lelaki fiksional ini, Dilan. Tapi, tetap isi novel yang menggemaskan yang membuat para pembaca tersenyum, terkekeh, dan bahkan malu-malu sendiri saat membaca masih bertebaran di dalam novel ini tapi tidak begitu lama.

Alur cerita di novel ini, tensinya cukup tinggi kalo kata gua. Karena setelah jadian secara resmi dan tertulis dan ditanda tangan diatas materai. Milea mengalami banyak gangguan seperti perjodohan secara sepihak, bertemu teman kecil dia yang ternyata menaruh hati padanya, lalu juga banyak lika-liku hidup percintaan mereka. Emang aneh, setiap kalo lu jadian pasti ada aja ada orang yang ngedeketin sementara pas lu jomblo gak ada sama sekali yang ngedeketin elu.

Gua merekomendasikan bagi kalian yang lelah dengan membaca buku sastra atau sesuatu yang “berat”, gua juga merekomendasikan bagi kalian yang ingin mulai membaca novel tapi bingung dari mana. Baca Dilan pertama dulu.

Dan itu, sampe itu aja reviewnya sisanya gua curhat sama buku ini.

Lah…..curhat dia….

Di bab empat, gua tetiba kepikiran “kalo Milea gak jadi nikah sama Dilan seru juga.” dan ternyata hal itu beneran kejadian. Di awal buku memang selalu digambarkan Milea dewasa sudah berumah tangga tapi dia gak ngasih tau sama siapa dia menikah. Kejadian itupun terjadi ketika sejoli ini memiliki konflik dan ya kalian bisa menebaknya. Yang kalian harus ketahui adalah, cowo kalo putus maka dia akan biasa aja dan galaunya belakangan beda sama cewe yang abis putus langsung galau dan move on dan akhirnya biasa aja. Disini dapat diketahui bahwa dari kekuatan dan gayanya yang maskulin, sebenernya hati laki-laki lebih lembek. Tapi tergantung yah, cuman laki-laki sejati yang memiliki hati dan perasaan seperti ini. Sementara, cowo roti buaya dapat saya pastikan tidak memiliki pola pikir dan rasa cinta yang seadanya buat lu.

Ketika, masuk bab itu, gua tau akhirnya bakal kaya gimana dan gua tau rasa yang gua rasakan setelah bab itu. Galau agak depresi.

Gini-gini gua pernah galau agak depresi, buktinya? buktinya adalah dua post galau gua dibawah, cari aja coba. Gua merasakan rasa agak depresi itu. Rasa dimana lu ngelamun, seandainya lu bisa memutar balik waktu. Lu gak bakal ngelakuin hal-hal bodoh yang ngebuat lu merana kaya sekarang ini. Rasa dimana lu tau kalo apa yang akan lu lakukan tidak akan memberikan sebuah timbal balik yang berarti terhadap perasaan lu. Trust me I know that feeling….anjay….

Dari banyak sekian buku yang gua baca (baru belasan belom banyak-banyak amat) dari novel percintaan. Cuman satu atau dua novel yang endingnya menyenangkan, enak dibaca dan enak untuk diakhiri. Tapi gua lupa. Gua terlena dengan cerita Dilan pertama yang sangat indah, sangat menggemaskan. Sehingga gua lupa bahwa, happy ending hanya berada di film, tidak berlaku para buku. Buku yang mengajarkan tentang kehidupan yang sebenarnya. Buku yang menggambarkan keaslian hidup tanpa pergantian warna, sudut pandang, visual yang nikmat dilihat mata. Buku yang memberitahu bahwa kehidupan dibuku sama pahitnya dengan pahitnya hidup.

Jika saya sedang berfatamorgana, maka saya tak ingin mendatangi hal itu, saya ingin duduk diam di fatamorgana sebelumnya yang menghadirkan kenangan indah tanpa rasa pahit yang ada di dunia.

One thought on “[Re-Lihat] Bagian kedua dari pasangan dari bandung! (+curhat)

  1. belum pernah baca buku karya pidi baiq nih. jadi pengen baca juga.
    emang ya kalo cowok itu galaunya belakangan. sebulan dua bulan setelah putus. baru deh galau

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *