Makhluk Jawa Makhluk Beruntung

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang katanya terbesar di dunia!

Gua bukanlah analisis yang hebat dan juga gua orang yang pemalas untuk membaca sebuah teori ataupun tulisan mengenai bukti-bukti konspirasi politik yang ada di dunia atau bahkan di Indonesia. Gua beberapa bulang yang lalu sempat mendengar perbincangan teman gua mengenai “konspirasi-konspirasi” dari salah satu presiden Republik Indonesia (Itu loh yang supersemar pokoknya) kalau pengembangan akan di pusatkan di pulau Jawa sementara di luar pulau Jawa progressnya tidak akan secepat di pulau Jawa.

Hal ini tentu membuat gua merasakan bahwa makhluk yang ada di Indonesia terlebih lagi kita yang lahir di pulau Jawa adalah makhluk-makhluk yang sangat beruntung! Apalagi kalau kalian lahir dan besar di kota megapolitan atau kota urban. Mulai dari pendidikan, informasi, teknologi semua di dapatkan begitu mudah. Tapi bagaimana dengan saudara kita yang lahir di luar pulau jawa?

Gua punya temen……ya temen gua banyak sih…tapi….ya…

Apaan sih anjir gak penting dah! Buruan poin utamanya!!

Sans gan…

Gua punya temen namanya Dodi dan Dicky mereka orang Padang dan temen gua Dimaz (yes namanya pake Z gak pake S, gua gak bercanda sumpah seriusan) doi dari Bangka.

Pernah satu hari gua ngebahas tentang film di bioskop gitu dan tiba-tiba si Dodi itu cerita kalau di Padang itu gak banyak bioskop….ada bioskop….ada tapi gak banyak gitu loh pahamkan?!

Nah dia bilang dulu waktu dia SMP atau SMA gua lupa deh, dia kalau mau nonton dateng ke bioskop (yaiyalah dodol) nah pas dia dateng tuh dia liat jadwalnya. Misalnya filmnya mulai jam 3 jadi si Dodi ini nunggulah tapi pas udah jam 3 lewatan kok belom selesai………ya gua lupa akhirnya gimana HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

Intinya adalah gini mungkin bagi kalian bioskop bukanlah menjadi sebuah tolak ukur maju tidaknya sebuah kota atau wilayah tertentu. Tapi bagi gua bioskop bisa jadi sebuah tolak ukur maju tidaknya wilayah itu. Kenapa?

Karena dengan adanya bioskop maka informasi mengenai teknologi atau pun……apa pun sudah masuk ke kota itu. Seperti contohnya televisi atau pun internet. Listrik. Itu juga perlu.

Jika kita bandingkan dengan ibu kota Indonesia……gak perlu ibu kota deh. Tempat gua tinggal aja.

BSD
(
harus banget di bold)

Kalau gak salah ada 3 bioskop (AEON, Teraskota sama WTC) itu di BSD doang engga se-Tangsel atau se-Tangerang atau bahkan se-Banten. Baru di satu wilayah kecil. Dan kalau gak salah yang seinget gua, di Padang itu cuman ada 2 bioskop. Gua gak tau apa udah nambah atau gimana tapi waktu temen gua cerita baru segitu. Beda bangetkan, BSD yang bahkan bukan sebuah kota mempunyai lebih banyak bioskop di bandingkan kota Padang.

Mog, pemikiran lu oke lah boleh. Cuman kalau di pikir-pikir lu gak bisa membandingkan sebuah kota besar dengan wilayah kecil cuman dengan banyaknya bioskop di tempat.

Karena menurut gua begini, bioskop tuh kadang memutarkan film asing. Walaupun ada bioskop yang lebih sering memutarkan film lokal di karenakan biaya yang lebih murah. Jadi dengan adanya film asing yang masuk maka kita secara tidak langsung mendapatkan sebuah informasi mengenai wawasan baru.

Okey kalau misalnya bioskop tidak dapat merepresentasikan majunya sebuah wilayah okelah gua paham, gak ngerti juga tadi gua berargumen apa.

Tapi selanjutnya yang paling penting adalah sinyal handphone.

Hah? Maksudnya?

Ponsel sendiri sudah menjadi sebuah kebutuhan primer makhluk zaman ini. Bagaimana kita mendapatkan sebuah informasi melalui telepon atau SMS. Gak perlu pikir jauh sampai bisa internet. Sebatas itu aja di Indonesia itu belum merata. Contohnya adalah begini, sektiar tahun 2015 waktu itu lagi ada pencalonan KaBEM Vokasi dan mereka lagi mencari Kepala Kastrat yang baru. Gua merekomendasikan teman gua yaitu Andrew untuk menjadi Kepala Kastrat yang baru. Cuman waktu gua berusaha untuk menghubungi doi (pertama pake whatsapp terus gua SMS) gak di bales sama sekali. Bahkan whatsapp gua gak deliv.

Ketika pemilihan selesai dan kuliah berjalan seperti biasa gua ketemu sama Andrew dan gua nanya, kenapa lu gak bisa dihubungin sih? Dia bilang kalau di Kalimantan sinyalnya agak susah apalagi pas waktu dia kerumah neneknya yang katanya kalau gak salah cuman dapet satu bar kalau lagi hoki dapet dua bar. Buset masih pake bar. Jaman dulu banget boy….

Sangat berbeda dengan apa yang ada di pulau Jawa.

Tentunya gua gak bilang bahwa satu pulau Jawa ini sudah sangat maju, pasti gua yakin ada beberapa tempat di pulau Jawa yang masih jadi “Blank Point” yaitu titik dimana sinyal gak bisa masuk. Dan masih banyak juga jalanan yang belom di aspal. Tapi kenapa sih kita hanya memfokuskan di satu kota yaitu Jakarta? Kenapa MRT gak di buat terlebih dahulu di luar pulau Jawa?

Ya karena di Jakarta terlebih lagi, kota yang sangat padat dan macet. Jadi kita membutuhkan transportasi yang baru, bersih, aman dan juga cepat.

Begini, menurut gua solusinya adalah memperbanyak gerbong KRL lalu pada naik busway. Orang yang tinggal di BoDeTaBek bekerja di Ja. Jadi si Ja ini harus bekerja sama dengan BoDeTaBek untuk membuat transportasi yang dapat melintasi daerah. Kita udah punya satu yaitu KRL. Tapi jadwalnya berantakan dan tidak nyaman. Busway merupakan transportasi yang menurut gua lumayan nyaman dan cepat. Itu sih.

Dengan adanya MRT pun menurut gua tidak akan membantu begitu banyak permasalahan kemacetan di Jakarta, justru malah menambahkan kasus korupsi ataupu kemacetan karena tiang-tiang segede gaban ada ditengan jalan. Atau bahkan mungkin kecelakaan karena anak muda labil yang mabok bawa mobil ngebut terus nabrak tiang segede gaban.

Terus kalau di Jakarta gak butuh? Kenapa lu merekomendasikan di luar Jakarta bahkan di luar pulau Jawa?

Karena mereka butuh transportasi!

Mobil dan motor memang sudah ada tetapi kendaraan umum yang nyaman dan cepat menurut gua tidak sebanyak di Jakarta. Dan kota di luar Jakarta memiliki chance sangat besar untuk turis jadi nyaman untuk turis juga sih.

Sebenernya gua gak yakin gua nulis apaan. Tapi kalian semua pintar, jadi ambil hikmahnya aja yah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *