Muak Dengan Agama dan Politik

Gua lahir tahun 1995 dan baru mau mengenal politik sewaktu masuk dunia perkuliahan. Awalnya gua gak begitu peduli dengan permasalahan politik. Di pikiran gua waktu itu hanyalah politik wadah yang sangat kotor dan sulit sekali untuk dibersihkan. Karena selalu ada saja hal-hal yang negatif.

Jadi, tulisan gua kali ini pun sangat mudah dipatahkan bagi kalian yang mengerti politik dan tahu dasar teori dari politik itu sendiri. Gua gak begitu suka baca, hanya mau baca kalau gua lagi mau baca. Jadi semua opini gua, yang gua yakin hanya bersumber dari pemikiran dasar gua dan juga beberapa artikel atau tweet yang gua baca.

Pilkada akan berlangsung di Indonesia, dan media kita yang memiliki sistem sentralisasi yang artinya mau lu di Jogja, di Medan dan dimana pun. Maka berita atau informasi yang sering muncul pasti dari pulau Jawa terlebih lagi ibukota kita yaitu Jakarta.

Dan Pilkada Jakarta ini selalu heboh karena memiliki Gubernur yang bukan islam. Jadi, kita mulai lagi drama yang melelahkan ini.

cr: giphy

cr: giphy

Disclamer, gua juga bukan orang yang memiliki pengetahuan agama yang tinggi. Jadi balik lagi ke perkataan awal bahwa opini gua sangat mudah untuk disanggah yah. Tapi, setiap orang punya persepsi masing-masing mengenai agama jadi ya……..

cr: giphy

cr: giphy

Okay, minggu lalu berita sempat dihebohkan oleh komentar Ahok mengenai surat Al-Maidah ayat 51. Gua gak perlu ngebahas mengenai apa yang dibicarakan Ahok, kalian cukup search aja di internet. Satu sisi gua tidak setuju mengenai perkataan Ahok, karena memang sebenarnya dituliskan artinya seperti itu. Cuman gua juga tidak setuju dengan orang kebanyakan yang mengatas namakan agama di dalam politik.

Bagi gua agama adalah hal yang sangat suci dan politik adalah hal yang sangat kotor. Jadi ketika dua hal ini digabungkan ya hasilnya akan menakjubkan.

Banyak orang yan berselisih paham, tidak hanya orang yang memiliki ilmu pengetahuan agama dan politik yang cetek, bahkan para pemilik gelar master, doktor, ulama, kyai dan sebagainya pun terbelah menjadi dua kubu. Ada yang pro dan kontra.

Gua gak paham bahasa arab dan gua juga tidak bisa berkata….

“TUH LIAT DI MESIR MENGELUARKAN FATWA BAHWA MEMILIH PEMIMPIN NON-ISLAM DIPERBOLEHKAN!”

Lagi pula itu adalah fatwa yang keluar di Mesir bukan di Indonesia. Jadi apakah fatwa dari negara orang bisa kita adopsi sepenuhnya di negara kita? Ya gak tahu, harus riset lagi mengenai hal tersebut.

Permasalahan selanjutnya yang kita lupakan adalah bahwa organisasi masyarakat dan partai yang mengatas namakan agama Islam pada nyatanya tidak sepenuhnya ‘tulus’ ingin menjalankan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an.

Menurut gua mereka mempergunakan ayat yang sesuai demi tujuan dirinya sendiri, demi kemakmuran dirinya sendiri. Lalu, mengkaitkan cerita pada zaman nabi dahulu, dan hal ini membuat gua sangatlah sedih karena agama yang gua sayangi di kotori oleh nafsu-nafsu yang sangat ingin memiliki kekuasaan.

cr: giphy

cr: giphy

Jadi janganlah plis menggabungkan politik yang kotor dengan agama yang orang menganggap suci. Dikarenakan masyarakat jaman sekarang menggunakan agama untuk kepentingan pribadinya sendiri.

Indonesia adalah negara kesatuan, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Negara ini berhasil merdeka bukan karena satu agama saja atau satu golongan, tetapi semua golongan, semua lapisan masyarakat, dan juga semua agama yang ada di Indonesia.

Janganlah coreng keberagaman Indonesia karena ego seseorang, dan jangan gunakan satu hal untuk menjustifikasi apa yang kita inginkan.

cr:giphy

cr:giphy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *