Fahri Hamzah <3 KPK

Salah satu sifat gua yang menurut gua paling problematic untuk diri gua sendiri adalah terlalu memikirkan permasalahan orang lain sehingga dapat menyebabkan mood diri sendiri berubah.

Hal yang ada diluar sana, kalau menurut gua gak bagus, gak baik, nyebelin, dan gak masuk akal. Itu bisa ngerubah mood gua dan hal itu kejadian di hari. Ada dua hal yang menyebabkan mood gua rusak hari ini, pertama adalah permasalahan internal keluarga gua yang daku tak bisa ceritakan karena bersifat internal(?)

Ape sih lu mog?! Sok LUCU LO!!

Kalem dong bray!!

Hal kedua adalah opini Fahri Hamzah terhadap KPK. Ini nih yang bikin gua emosi!! Jadi gini yah……

Dunia politik adalah dunia yang semuanya berwarna abu-abu. Gak ada putih, gak ada hitam. Politik juga menurut gua tidak sama seperti logo yin yang. Didalam warna putih tetap ada warna hitam, dan di dalam warna hitam ada warna putih. Menurut gua politik adalah dunia yang serba abu-abu. Kita gak pernah tahu niat sebenarnya orang yang mewakili kita atau instansi yang kita percayai.

 

 

Eh mungkin definisi yin yang bisa juga untuk politik, tapi garis pembatas antara warna hitam dan putih tidak setegas gambar yin yang melainkan ada gradasi diantara kedua warna tersebut. Jadi kita gak bisa bilang mana baik dan ia jahat.

Monggo dibaca artikel ini, sebuah diskusi satu sisi karena Fahri Hamzah terkesan tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Tsamara Amany. (Oh iya buat kalian yang gak tahu siapa Tsamara Amany monggo di Google sendiri yah, berusaha dikitlah)

Inti dari perdebatan itu adalah Fahri Hamzah menganggap bahwa di dalam tubuh KPK ini juga tidak sehat. Sebuah instansi yang sangat dipercayai masyarakat ini juga ‘rusak’ dalamnya. Gua menganggap yang dikatakan Om Fahri ini tidak salah, karena kita memang tidak tahu apa-apa. Masyarakat hanya percaya terhadap apa yang diberitakan oleh media. Jadi semua permasalahan yang tidak tersorot oleh lampu media tidak akan kita ketahui. Namun, Om Fahri ini adalah politikus yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI tidaklah orang sembarangan. Masih banyak trik yang ada dibawah kerahnya atau dibawah apapun deh(?)

Sebuah statement yang menyinggung banyak masyarakat bahwa menurut dia KPK layak untuk dibubarkan. Sebagai instansi yang sangat dipercayai oleh banyak masyarakat, mungkin ini sudah termasuk dalam kondisi ‘kriminalisasi’. Kalau mau ngikutin tren kemaren.

Yang ngebuat gua berpikir “Hah?!” adalah ketika salah satu mantan ketua BEM kampus negeri yang sangat dihormati oleh beberapa mahasiswa aktivis (termasuk gua. Walaupun pas kuliah setengah-setengah tapi cerita wakadep kastrat gua sangat menarik sehingga tanpa bertemu dengan mantan ketua BEM ini gua langsung hormat(?)) adalah

Tentu, Bang Faldo ini ngetweet kaya gini bukan karena tebak-tebak buah manggis. Melainkan Bang Faldo pernah bertemu dengan Om Fahri bahkan berdiskusi bersama.

Seperti yang gua bilang bahwa Om Fahri ini bukanlah orang yang sembarangan. Dan dijabatan yang ia duduki sekarang, ia tahu apa yang terjadi dengan kondisi politik di Indonesia. Namun, gua tidak membenarkan dan setuju untuk membubarkan KPK. Karena hanya KPK satu-satunya instansi yang gua percaya untuk membantu negara ini bangkit. Kita gak mungkin menggunakan cara membantai generasi tua karena mereka sudah tercemar dengan tradisi korupsi.

Statement Bang Faldo yang menggambarkan bahwa Om Fahri ini adalah politisi sejati ini agak kurang sreg untuk gua sendiri. Meskipun Om Fahri ini termasuk orang yang harus memikirkan langkah selanjutnya agar semua yang ia inginkan tercapai dan juga efektif selama proses. Namun, apakah perlu menjadi seseorang yang kontroversial? Apakah politisi sejati harus dimusuhi oleh banyak masyarakat karena ucapannya? Walaupun ucapannya bisa saja memang benar karena masyarakat tidak mengetahui apa yang ia ketahui. Jika kita tidak membaca tweet Bang Faldo secara keseluruhan mengapa mantan ketua BEM ini mengatakan bahwa beliau adalah politis sejati. Maka mungkin kita akan ‘jijik’ dengan para ‘politisi sejati’ ini karena harus melakukan manuver gila-gilaan yang menurut masyarakat tidak pantas.

Gua sendiri merasa bahwa kita berada di tengah-tengah di kawasan abu-abu. Kita tidak tahu apakah benar KPK rusak juga karena bagaimana pun KPK adalah instansi politik dan di dalamnya terdapat manusia yang mungkin saja terjadi human error. Namun, disatu sisi kita juga butuh ‘sandaran’ untuk percaya bahwa kita dapat berubah dan menghukum para oknum yang menyengsarakan kaumnya sendiri.

Jadi gimana dong?

Mulai dari diri sendiri.

Belajar untuk jujur dan tidak melakukan ‘korupsi’. Susah dan harus belajar karena semua adalah pembelajaran.

Korupsi ini gak cuman uang tapi bisa aja yang lain.

Yang lain kaya gimana mog?

Coba Google sendiri deh biar aktif gitu internetannya. Sehat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *