AADC 2 Tidak Lebih Bagus Dari AADC

Yes yes yes…..

Gua tau film Ada Apa Dengan Cinta 2 udah keluar lama tapi gua baru nonton.

Yes gua telat dan bodo amat yang penting gua nonton.

Tapi menurut gua Ada Apa Dengan Cinta yang pertama lebih bagus dibandingkan dengan Ada Apa Dengan Cinta yang kedua!

Film Ada Apa Dengan Cinta ke-2 itu di sutradarai oleh Riri Riza dan di produseri oleh Mira Lesmana. Kalau yang di pertama di sutradarai oleh Rudy Seodjarwo dan di produseri oleh Riri Riza dan Mira Lesmana.

Jadi yang gua sukai dari Ada Apa Dengan Cinta pertama adalah kesederhanaan dari pengambilan gambar dan juga lebih berat ke arah cerita. Gua baru sadar kalau cerita AADC ini se-manis dan selucu buku Dilan. Sangat menggambarkan anak SMA, gaya anak SMA dan juga percintaan anak SMA. Gua bingung kenapa sinetron atau film sekarang yang menggambarkan kehidupan anak SMA memiliki kesan bahwa mereka bukan SMA?

Apa karena make-up atau akting mereka yang kurang “SMA” kaya feel jadi anak SMAnya itu gak ada sama sekali. Jadi gua serasa nonton orang dewasa tapi pake kostum SMA.

Gua suka AADC satu karena make-up yang tidak berlebihan dan juga pakaian yang dipakai mereka sesuai dengan masa itu. Gua sangat salut dengan Make up Artist-nya dan juga yang ngurus pakaiannya.

Film AADC 2 pun gak jelek. Masih puitis, masih mengusung rasa cinta yang sama(?) tapi ada beberapa akting yang agak kurang pas menurut gua. Contohnya kaya pas Mamet di dalem mobil terus bersenandung. Kesannya bukan seperti Mamet yang di AADC satu.

Mog….kan mereka tumbuh dewasa jadi perlaku mereka juga berubah dong? Lu harus bisa move on….

Iya tapi akan sangat nostalgia jikalau perilaku Mamet tidak berubah sepenuhnya, masih ada agak blo’onnya gitu. Itu pasti sangat mengenang banget. Tapi iya gua bakal move on kok…..

Oh iya gua gak bilang akting para cast ini jelek. Cuman gua merasa kurang pas aja, kaya karakter yang diperankan oleh para pemain ini tidak lagi menyatu kaya di AADC pertama. Akting Rangga sedikit mengganjal ketika sedang berdialog dengan bahasa puitis. Cinta terasa kurang nyaman dengan bahasa yang digunakan. Kaya agak kurang aja, tapi gua sangat suka ketika Cinta jalan bareng dengan Rangga terus senyum-senyum sendiri. Itu lucu.

Lalu, dari sisi pengambilan gambar. Ini sangatlah teknis setiap orang memiliki refrensi yang berbeda-beda dan gua gak bilang ini jelek yah.

Pengambilan gambar AADC satu begitu sederhana, tidak ada gerakan kamera yang mewah. Sederhana namun sangat menggambarkan nuansa yang ingin diceritakan.

AADC 2 ini memiliki banyak pergerakan mewah seperti saat mengambil muka Rangga, kamera bergerak sedikit, agak shaking. Lalu sering memperlihatkan nuansa alam sekitar, gaya yang ini mirip dengan pengambilan gambar film “Petualangan Sherina”

Film Petualangan Sherina yang keluar lebih dulu dibandingkan film Ada Apa Dengan Cinta ini sangat memperlihatkan keindahan alam kebun teh pak Ardiwilaga (kalau gak salah hahahahaha) dan hal tersebut diterapkan ke AADC 2 ini.

Gua setuju dan gak setuju dengan konsep ini, gua setuju karena dengan cerita dan pengambilan gambar tersebut. AADC 2 ini berhasil memikat banyak orang untuk datang ke tempat Cinta dan Rangga menghabiskan hari mereka sampe subuh.

Gua tidak setuju karena tidak memiliki cita rasa AADC pertama dan sangatlah berbeda. Tidak ada “kesederhanaan” dalam pengambilan gambar. Film dirasa kurang memiliki cerita yang solid karena ditambal dengan beauty shot.

Gak salah pengambilan gambar seperti itu, gua suka dan gua menikmati. Hanya saja gua belum bisa move on dari gaya AADC pertama.

AADC 2 bukanlah film yang jelek, bahkan menurut gua film ini sukses memberikan generasi 90’an secercah harapan dengan cinta SMA mereka. Tapi film ini tetap belum bisa mengalahkan AADC pertama yang gua pikir ceritanya sangatlah mantap namun sederhana. Semua kalangan bisa langsung menikmati dan mengikuti cerita dengan mudah.

Jadi ku tetap cinta AADC pertama.

One thought on “AADC 2 Tidak Lebih Bagus Dari AADC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *